Kenali Tahapan Perkembangan Fisik Motorik Pada Balita

Balita merupakan sebutan untuk anak yang berusia di bawah lima tahun. Pada masa balita, anak mengalami banyak fase penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Oleh karena itu, orang tua harus terus memantau dan mengawasi perkembangan si buah hati. Di era digital ini, sudah banyak informasi yang tersedia untuk membantu Anda memantau perkembangan si kecil secara mandiri. Anda juga dapat menemukan banyak artikel balita yang membahas serba-serbi dunia balita.

Pada artikel kali ini, admin akan membahas tahapan pertumbuhan fisik motorik pada balita. Yuk, mari kita simak!

Usia 1 Tahun

Perkembangan fisik motorik anak pada usia ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, biasanya diawali dengan si kecil yang mulai bisa merangkak. Perlahan anak akan belajar berdiri dan berjalan walaupun belum seimbang.

Usia 2 Tahun

Pada usia ini, si kecil menjadi kreatif dan menemukan berbagai cara untuk berpindah tempat, seperti berlari, melompat hingga memanjat.

Usia 3 Tahun

Si kecil sudah bisa bergerak dengan seimbang dan mantap. Selain berjalan, mereka juga lebih terkoordinasi ketika berlari, melompat dan berbagai aktivitas lain yang melibatkan otot besar.

Usia 4 Tahun

Anak usia 4 tahun sudah bisa terlibat dalam aktivitas maupun permainan jangka panjang. Mereka sudah dapat berjalan, melompat bahkan berlari dengan kencang dan mantap. Si kecil juga sudah mampu untuk menendang bola, melempar dan menangkapnya dan paham tentang konsep bergerak di ruangan tanpa menabrak sesuatu.

Usia 5 Tahun

Pada usia ini, si kecil cukup memiliki banyak energi dan mulai mencari permainan atau aktivitas dan lingkungan yang aktif. Kemampuan untuk menyeimbangkan dan mengkoordinasikan gerak meningkat pesat sehingga mereka mampu untuk melalukan aktivitas seperti mengendarai sepeda dengan bantuan roda tambahan, sepak bola, lompat tali, dan lain-lain.

Demikianlah sekilas tentang tahapan perkembangan fisik motorik balita. Perlu diingat, fase perkembangan tiap anak berbeda-beda tergantung faktor yang mempengaruhi. Oleh karena itu, jangan panik terlebih dahulu apabila buah hati Anda belum mampu melakukan sesuatu pada usia tertentu. Namun jika pertumbuhan anak Anda terlalu lambat, maka segeralah konsultasi kepada dokter.