Pentingnya Pengajaran Etika Moral Pada Anak Sejak Dini. Berikut Tahapan-tahapannya!

 

Disamping dari perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih, mengikis nilai etika moral pada anak. Pasalnya tidak bisa dipungkiri, seiring perkembangan jaman dengan media online yang sangat luas dan terjangkau oleh semua kalangan, membuat anak-anak kita terjerumus kedalam hal-hal yang tidak baik.

Hal tersebut tentu berpengaruh pada etika moral anak. Oleh karena itu, pentingnya menanamkan etika moral pada anak sejak usia dini. Penanaman etika moral, tentu bertahap sesuai dengan umur mereka. Karena semuanya harus dilakukan sesuai dengan kemampuan berfikir anak supaya tidak salah sasaran.

Lalu apa saja hal yang perlu dilakukan oleh orang tua bahkan guru dalam menenamkan etika dan moral pada anak.

1. Membiasakan anak untuk selalu mengucapkan 4 frasa penting dalam kehiupan

Ada 4 frasa penting yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini yaitu “minta tolong”, “minta maaf”, “terima kasih”, dan “permisi”. Dengan mulai mengajak anak untuk selalu mengucapkan 4 frasa tersebut, sesuai konteks. Maka anak akan lebih sopan dan menghargai setiap lawan bicaranya.

Selain itu, dengan ke empat frasa di atas, akan menanamkaan jiwa menghargai dan peduli terhadap sesama. Jika ke empat frasa tersebut sudah tertanam sejak dini, maka akan menjadi kebiasaan hingga dewasa nanti.

Oleh karena itu, sebelum menyuruhnya, alangkah baiknya jelaskan terlebih dahulu pentingnya ke empat frasa tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. 4 frasa ini dapat anda ajarkan kepada anak pada usia di atas 1 tahun, atau ketika mereka sudah bisa bicara.

2. Menumbuhkan sikap sopan santun

Bunda tentu sudah mengerti seberapa pentingnya perilaku sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam mendidik anak, kita juga harus memperkenalkan perilaku sopan santun kepada meraka.

Sopan santun tidak hanya dilakukan dengan tindakan saja, namun juga dengan ucapan. Contohnya adalah berucap kalimat-kalimat positif dengan nada rendah, khususnya kepada orang yang lebih tua.

Ketika mengajarkannya kepada anak, bunda harus memberi pengertian mengenai kebaikan dan keburukan berucap pelan dan kasar. Dengan memahami keduanya, mereka akan mengetahui dampak yang akan diperoleh.

Anak mulai mengerti pentingnya sopan santun dalam bertindak dan berucap, mulai usia 4 sampai 7 tahun. Oleh arena itu, bunda, pada usia tersebut gencar-gencarlah dalam mendidik sopan santun pada anak.

3. Menanamkan jiwa empati

Menanamkan jiwa empati juga merupkan salah satu dari nilai etika dan moral. Supaya anak selalu memiliki rasa empati kepada sesama, maka ajarkan mereka untuk selalu peka dengan keadaan sekitar.

Tanamkan kepada meraka untuk memiliki jiwa penolong. Membantu teman yang kesusahan dan menolong orang yang butuh bantuan. Hal kecil yang bisa kita tanamkan kepada mereka adalah dengan meminjamkan barangnya kepada teman yang membutuhkan.

Hal tersebut bisa kita tanamkan ketika sedang berada di lingkungaan sekolah. Selain itu, sesekali boleh kita ajarkan untuk memberikan barang yang mereka miliki kepada orang lain. Bahkan barang kesukaannya sekalipun. Dengan begitu kita juga menanamkan keikhlasan kepada anak-anak kita.

Menurut penelitian, tahapan ini mulai bisa diterima pada anak usia 8-9 tahun. Namun tidak ada salahnya jika kita mengajarkannya sejak dini. Namun jangan lupa untuk selalu memberikan arahan dan pengertian kepada mereka mengenai sikap yang harus dan tidak harus mereka lakukan.

4. Mengajarkan adab makan dan minum

Adab makan dan minum, bisa kapan saja anda ajarkan kepada anak-anak. Dalam hal ini anda harus memperkenalkan bagaimana cara makan dan minum yang sopan. Mulai dari memegang sendok dan garpu, mengunyah yang benar tanpa bersuara, dan makan dan minum yang harus dilakukan dengan posisi duduk.

Beberapa hal di atas, sangatlah penting bagi kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu tanamkan sejak dini kepada anak-anak kita, supaya dapat hidup bermasyarakat dengan baik dan sopan.