Simak 5 Tips Penting Memilih Objek Wisata Baby-friendly

Memilih objek wisata yang baby-friendly sebenarnya mudah, kok. Asalkan Anda mengikuti beberapa tips penting ini, pasti langsung terpikir ingin pergi liburan ke mana. Hmm, penasaran apa saja tipsnya? Yuk, simak di bawah berikut!

Perjalanan tidak terlalu jauh

Karena tubuhnya masih rentan, sebaiknya pilih destinasi wisata yang tidak terlalu jauh. Setidaknya maksimal 6 jam perjalanan dari rumah hingga ke lokasi. Selain masih rentan terkena penyakit, jika terlalu lama di perjalanan akan membuat bayi rewel dan tidak nyaman. Bayangkan jika Anda naik pesawat untuk liburan ke Jepang selama 7 jam dan si Kecil tiba-tiba rewel karena bosan. Jika hal tersebut terjadi, Anda perlu ekstra sabar menghadapinya.

Pilih akomodasi yang nyaman

Sebaiknya pilihlah akomodasi yang nyaman untuk bayi seperti hotel atau villa yang dekat dengan tempat wisata. Misalnya Anda dan keluarga liburan ke Lombok, tepatnya Mandalika. Carilah Mandalika hotel yang berada tidak jauh dari pantainya. Lihat juga fasilitas di hotel tersebut, apakah menyediakan ruang bermain anak atau kolam renang anak. Lengkapi juga check list Anda dengan mengecek ketersediaan sarapan, air panas untuk mandi bayi, dan kasur king bed untuk kenyamanan.

Cari objek wisata yang edukatif

Tempat wisata yang menghibur memang perlu, tetapi kalau bisa sekaligus yang edukatif. Contohnya adalah kebun binatang. Jika Anda tinggal di Jakarta, Taman Safari adalah kebun binatang yang cocok untuk dikunjungi bersama si Kecil. Mengenali hewan langsung sambil melihat bagaimana mereka diberi makan adalah pengalaman yang berharga bagi si Kecil. Tak hanya kebun binatang saja, lho. Anda juga bisa mengajak ia ke museum, taman, kebun, dan arena bermain edukatif.

Aman bagi bayi

Walau Indonesia kaya dengan destinasi wisata alam yang mengagumkan, sayangnya kebanyakan tidak baby-friendly. Misalnya wisata alam Goa Jomblang yang indah namun untuk mencapainya harus menuruni tebing dengan tali sling. Tentu jauh dari aman untuk bayi, kan? Jika Anda dan pasangan adrenaline seeker, kali ini lupakan sejenak untuk mencari destinasi wisata tersebut. Lupakan keseruan menjelajahi hutan, mendaki gunung, diving di taman laut, hingga tinggal di rumah penduduk asli. Liburan dengan kapal pesiar juga belum diperbolehkan karena angin yang kencang dan guncangannya yang terlalu besar, bisa membuat bayi mabuk laut serta sakit.

Tidak liburan bersama rombongan tur

Liburan bersama rombongan tur dengan membawa bayi is a big NO. Pasalnya, paket tur sudah memiliki jadwal pasti dan padat. Jadi jika dipaksakan membawa bayi, Anda akan terburu-buru dan kerepotan sendiri. Betapa repotnya ketika jadwal tur sudah harus pergi ke destinasi pertama, sementara Anda masih berusaha membangunkan si Kecil sambil menyiapkan makanannya. Jadi sebaiknya, pergi liburan tanpa rombongan tur demi kenyamanan bersama.