25/02/2021

Wisata Kuliner Extreme Di Kota Jogja

3 min read

Yogyakarta merupakan salah satu kota wisata di Indonesia yang mempunyai keanekaragaman kuliner yang unik dan menarik, makanan khas seperti gudeg, bakmi jawa, jadah tempe, bakpia, dan lainnya seringkali diburu wisatawan ketika berkunjung ke kota budaya ini. Selain makanan yang lazim dimasak dari bahan makanan yang lazim juga ada beberapa makanan excessive yang kurang lazim dimakan tetapi sangat disukai penggemarnya. Berikut beberapa makanan extreme yang ada di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kambing, ayam, dan sapi sudah lazim untuk diolah menjadi sate atau gulai, tetapi bagaimana dengan kuda Homiers? Di Jogja, Homiers tidak akan kesulitan untuk menemukan warung atau rumah makan yang menjual sate kuda ini. Karena sate kuda banyak peminatnya, maka yang berjualan pun cukup banyak. Para peminat sate kuda memiliki alasan yang berbeda-beda. Ada yang menggemari sate kuda karena rasa dan tekstur dagingnya. Tapi, banyak juga yang menyukai sate kuda karena khasiat yang ditawarkannya. Daging kuda dipercaya memiliki banyak khasiat, seperti menyembuhkan penyakit reumatik, menyembuhkan penyakit asma, meningkatkan kejantanan pria, dan masih banyak lagi.
Salah satu tempat yang bisa Homiers kunjungi untuk mencicipi sate kuda adalah warung Pak Kuncoro yang terletak di Jl. Kranggan, warung sate kuda milik Bu Rohmat yang terletak di Jl. Parangtritis Km 7, dan warung sate kuda milik Pak Singgih yang terletak di Jl. Parangtritis, dekat dengan Pojok Beteng Wetan, sate kuda Gondolayu di daerah dekat jembatan Gondolayu/ Jl. Jend. Sudirman dan masih banyak warung sate kuda lainnya. Biasanya, daging kuda diperoleh dari tempat pemotongan kuda yang ada di daerah Segoroyoso, Pleret, Bantul. Kuda yang dipotong biasanya adalah kuda yang sudah tidak produktif lagi, contohnya kuda penarik andong yang sudah cedera. Dan sebelum dipotong, kuda telah diperiksa oleh Dinas Kesehatan. Perporsi sate kuda dibandrol dengan harga sekitar Rp. 13.000,– Rp. 20.000,-.

Belalang yang tadinya merupakan hama yang sangat merugikan dijadikan santapan alternative bagi sebagian warga Wonosari, Gunung Kidul. Biasanya diolah dengan digoreng ini dijadikan lauk makan nasi atau camilan seperti kerupuk. Belalang sangat mudah ditemukan di daerah sekitar, memiliki kandaungan protein yang cukup tinggi dan rasa yang hampir mirip dengan udang menjadikan belalang makanan yang sangat di gemari. Biasanya pedagang menjual dengan harga Rp. 2.000,00 untuk kemasan plastik kecil dan Rp. 20.000,- untuk kemasan dalam toples. Agar lebih nikmat makan belalang ditambah dengan sambal bawang, sayur lodeh dan lainnya. Agar rasanya makin nikmat sebelum digoreng, belalang dibumbui menggunakan bumbu bacem terlebih dahulu.

Kondisi geografis kabupaten Gunung Kidul adalah pegunungan kapur. Tanaman yang cocok untuk keadaan ini adalah pohon jati. Pada musim hujan, ketika daun jati bersemi, banyak ulat yang memakan habis daun-daunnya. Hama ulat ini dimanfaatkan warga untuk dijadikan bahan pangan. Kepompong atau masyarakat setempat menyebutnya ‘entung’ ini dicuci bersih. Setelah itu ada yang mengukusnya lebih dulu, tapi ada yang langsung menggoreng dengan bumbu bawang putih dan garam. Konon rasanya lezat tetapi kurang cocok bagi orang yang mempunyai alergi kulit. 1 kilogram ulat jadi biasanya dihargai sekitar Rp. forty.000,-.

Nah Homiers, itu tadi beberapa makanan unik excessive yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Homiers berani atau tertarik mencicipi, bisa berkunjung ke Yogyakarta sembari menikmati obyek- obyek wisata yang menarik. ^-^

You may have missed