09/05/2021

Yuk, Intip Sejarah Nama Makanan Khas Bandung

6 min read

Kabarbandung.id – Bandung dikenal sebagai kota yang kaya akan Budaya dan berbagai Keunikan-keunikan hasil kreatifitas warganya. Kuliner pun menjasi salah satu magnet terutama bagi wisatawan.

Kota Bandung memiliki beragam kuliner yang kerap ditemui ditengah maraknya jenis makanan dengan olahan baru diberbagai tempat. Namun ternyata, beberapa makanan khas Bandung memiliki sejarah tersendiri salah satunya yakni nama makanan tersebut.

Berikut sejarah dibalik nama-nama makanan di Bandung:

Comro

Comro adalah salah satu jenis makanan khas Jawa Barat yang cukup dikenal di pulau Jawa bahkan hingga luar pulau jawa. Misteri dari Comro ada dibalik namanya yang merupakan singkatan dari Oncom di Jero yang artinya Oncom (Tempe Fermentasi) didalam.

Comro dibuat dari Parutan Kelapa dan Singkong yang diberi bumbu dan dibentuk oval dengan isi Sambal terbuat dari oncom manis pedas dan digoreng dengan minyak panas hingga berwarna coklat keemasan.

Comro biasanya dihidangkan panas-panas dengan teman Kopi Panas atau Teh Manis Panas dan Cocok juga dijadikan hidangan sambil menonton televisi atau mengobrol.

Misro

Lain cerita dengan Misro , makanan ini memang memiliki karakter yang sama dengan Comro namun berbeda pada rasa dan isinya. Misro atau Amis di Jero (Manis di Dalam) dibuat dengan adonan luar yang sama dengan Comro yaitu berbahandasar sibgking dan kelapa.

Misro pun tak kalah digemari daei Comro , sebagai kudapan pengobat rasa pedas dari comro misro sangat pas disandingkan dengan comro dalam satu piring dalam keadaan hangat apalagi bila di dampingi teh tawar hangat atau kopi pait sebagai pelumas kerongkongan selepas mengkonsumsinya.

Gehu

Makanan yang satu ini bahkan mungkin seluruh Indonesia tahu dan mengenalnya , tapi tahukan kenapa namanya Gehu ?

Ya gehu adalah singkatan Toge Jeung Tahu atau Toge dan Tahu karena memang Gehu adalah Makanan berjenis Gorengan yang dibuat dari Tahu diisi dengan oseng Toge dan Potongan Wortel berbumbu dan di celup dengan adonan terigu sebelum digoreng dengan minyak panas.

Menyantap Gehu memang sangat nikmat dilakukan kapan saja, bila kita butuh kudapan dijalan pun gehu sering menjadi alternatif mengganjal rasa lapar sebelum menyantap makanan berat seperti nasi.

Seiring perkembangan Gehu kini banyak memiliki variasi campuran isian daei yang biasanya dimakan dengan cengek (cabe rawit) kini ada oula gehu yang berisi rendang atau bahkan ayam rica-rica.

Beberapa orang bahkan menjadikan gehu sebagai lauk pauk menemani nasi karena rasa gurih dari isi dan adonannya memang cocok bila dipadukan dengan nasi panas.

Cilok

Cilok adalah makanan yang hingga detik ini sangat tidak asing bagi masyarakat Bandung bahkan mungkin Indonesia , arti dari Cilok sendiri adalah sebuah singkatan yaitu Aci Dicolok ( Aci – Kanji ditusuk) , Cilok dibuat dengan bahan dasar adonan tepung Kanji yang diberi bumbu dan dibentuk bulat seperti Bakso dan di kukus hingga kenyal.

Pada awalnya Cilok yang mengudapnya dengan cara ditusuk biting (serutan bambu) dicelup atau disiram sambal kacang pedas hanya diberi isi balok gajih (lemak sapi) didalamnya sehingga saat dimakan akan ada lumeran lemak sapi terasa di mulut tetapi seiring perkembangan jaman cilok kini menjadi Fusion Food (makanan yang berasal dari penggabungan berbagai bahan atau menu tradisional dengan luar negeri) yang sangat banyak memiliki ragam.

Sebagai contoh selain digoreng cilok pun divariasikan dengan sambal khas western seperti barbeque ,black pepper atau bahkan dengan sambal korea atau jepang.

Cireng

Cireng atau Aci di Goreng (Kanji di Goreng) adalah kudapan yang memiliki bahan dasar sama dengan Cilok tetapi daeibsegi bentuk dan cara memasak cireng berbeda.

Cireng biasanya dibentuk menjadi bentuk Wajik atau Bulat pipih sebesar tutup gelas pipih dan digoreng hingga renyah luarnya tetapi tetap kenyal dan empuk dalamnya.

Pada awalnya cireng biasa dimakan polosan saja karena dalam adonan nya sudah diberi garam dan daun bawang sehingga gurih dan wangi tetapi seiring perkembangan cireng mulai diberi bumbu kacang semacam sambal pecel yang kering didalamnya.

Sama nasibnya dengan Cilok Cireng pun menjadi Fusion Food yang beragam dalam memberikan penyajian. Dari yang diisi Cincang Ayam , rica rica bahkan hingga keju atau sosis.

Ciu

Namanya yang hanya terdiri dari three huruf tidak membuat kudapan ini menjadi simpel baik dari rasa,bahan maupun cara mengolahnya.

Ciu adalah singkatan dari Aci jeung Cau ( kanji dan pisang) yang berasal dari potongan pisang Kepok dipadukan dengan adonan ber aroma daun pandan dan tepung beras di kukus dengan balutan daun pisang.

Melihat adonanya kita pasti teringat makanan tradisional laimnya bernama Nagasari, tetapi lain dengan ciu komposisi Pisang yang di tambahkan memiliki porsi lebih banyak daripada adonan kuenya.

Jaman dahulu disaat kita sering melancong ke bioskop pinggiran kota atau misbar (gerimis bubar) ciu adalah andalan yang diselalu dikawal oleh Rebusan Ubi dan Kacang serta tentu saja di iringi Bajugur atau Bandrek sebagai pelancar kerongkongan saat mengkonsumsinya.

Colenak

Colenak berasal dari singkatan Dicocol Enak dimana cara mengudapnya memang tak seperti namanya karena pada dasarnya colenak memang sudah di bubuhi bumbu pada saat menghidangkannya sehingga tidak perlu lagi ada proses mencocol.

Colenak adalah salah satu makanan tradisional yang berumur hampir 100 Tahun , ya sudah tua sekali.

Colenak pertama kali diperkenalkan oleh Aki Murdi asal Padasuka Bandung pada tahun 1930 dan hingga kini pun Colenak Aki Murdi masih bisa kita beli di Jl Jend Ahmad Yani No 733 Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung.

Colenak adalah Makanan Merakyat yang berbahan dasar Peuyeum (Tapai Singkong) manis dan dipanggang dengan arang hingga bagian luarnya agak gosong. Peuyeum tersebut akan di potong-potong hingga seukuran 1 x 1 Cm agar mudah ditusuk dengan tusuk gigi atau tusuk buah lalu dihidangkan diatas daun pisang dan di bubuhi cairan gula merah dan pandan yang dicampur dengan parutan kelapa.

Kelezatan colenak memang digolongkan sebagai menu cuci mulut karena Manis asam tapai dan pahit arang dipadu dengan manis gula merah yang wangi bertekstur kelapa akan memanjakan lidah setelah memakan makanan yang pedas.

Sekarang ini banyak varian Colenak yang bumbui dengan wewangian atau saus beraroma lain sepertu Duren Coklat atau bahkan keju tetapi kedahsyatan perpaduan rasa dalam colenak tetap dominan yang menjadikannya kudapan yang khas.

Batagor

Makanan ini memang boleh di golongkan sebagai makanan berat dan bukan merupakan kudapan tetapi meskipun sudah bisa dibilang menjadi makanan Nasional, Batagor adalah Asli Kelahiran dan dibesarkan di Kota Bandung.

Batagor atau Baso Tahu Goreng adalah outra dari makanan Legendaris Khas Bandung yang bernama Bakso Tahu Siomay atau Biasa dipanggil Siomay saja oleh orang Jakarta.

Pada dasarnya Bahan dari Batagor adalah berupa Tahu, Adonan Tepeung terigu dan Cincang ikan tenggiri serta Lembaran pangsit untuk Siomaynya.

Kreatifitas Warga Bandung dalam melakukan inovasilah yang menjadi asal muasal kelahiran Batagor dan menjadi terkenal di Seantaero Nusantara.

Batagor lahir dari ketidaksengajaan. Saat itu, Isan atau Ihsan adalah seorang penjual bakso keliling di seputaran Jalan Kopo, Bandung Tahun 1973. pada suatu hari, bakso yang dijajakan kurang laku di jual Lalu muncul ide sederhana untuk menggoreng sisa bakso tahu tersebut.

Pada awalnya bakso tahu yang digoreng tersebut ia bagikan pada tetangga, namun ternyata para tetangganya sangat menyukainya. Malah ada tetangga yang diminta untuk dibuatkan lagi. Melihat antusiasme tersebutlah, Ihsan mulai mencoba menjajakan bakso tahu yang telah digoreng bersama baso tahu yang biasa dia jual. Di luar perkiraannya, ternyata peminatnya banyak, bahkan berdagang bakso tahu yang digoreng lebih laku dari berjualan bakso saja.

Pada dasarnya Batagor hanya memiliki 2 buah komponen saja dari Bakso Tahu Siomay yaitu Bakso Tahu dan Siomaynya saja yang digoreng karena komponen lain dalam bakso tahu siomay tudak memungkinkan untuk digoreng.

Batagor memliki bumbu yang sama dengan ayah kandungnya Baso tahu siomay yaitu sambal kacang pedas dan Kecap Manis yang disiramkan diatas potongan Batagor itu sendiri lalu di beri perasan jeruk nipis untuk menambah aroma segar saat dikonsumi baik sebagai kudapan atau sebagai pengganjal rasa lapar di jalan.

Nah Baraya Bandung itu semua makanan khas Kota Bamdung yang sangat dikenal di Nusantara. Jika Baraya Bandung sudah akrab dengan makanan-manakan tersebut, mungkin bisa menjadikannya sebagai teman makan saat berbuka nanti sambil bercerita sama keluarga bagaimana wargi tahu asal usul namanya.

Selamat menjalankan ibadah puasa Baraya Bandung. Ayo berburu makanan tersebut untuk menu berbuka puasa nanti. (kurniawan)

You may have missed